Puisi Umum | CAHAYANYA.NAME | Cahayanya Diriku – Kumpulan Puisi

You are here: » Category » Puisi Umum

Malam Ini

Oleh : 0 Komentar

Embun doa beraroma tua tiba ke layu aminku malam ini dulu kami pergi pulang berdua langkah kecil tereja menjadi kasih mungil dari bapak senyum rona diorama senja tiba ke pahit harapku malam ini dulu kami bikin kue bersama adonan biasa terasa menjadi sayang sederhana dari bunda sesal bumi terpasung matahari tiba ke gerimisku malam kini awan diam lalu terusterusan jujur kepada kalut hujan sungsang tentang kasihsayang takkan... Baca Selengkapnya »

Nov
21
2011

Jangan Kaukira

Oleh : 0 Komentar

Delapan puluh kurang delapan pasang bintang menyapa setia menatapnya hanya senyum sebagai timpal jawaban jawaban seiring guntur temani tebaran sewangi hujan melati melati merah dari awan yang terlilit di dada langit langit biru sebiru panggilan kubah di benaknya mata dunia lagi gerhana ia ngerti sekali maka sejak kerikilnya merudal dari ujung-ujung jemari degup jantungnya sengaja ia kirimkan berkali-kali mungkin... Baca Selengkapnya »

Nov
21
2011

Tanpa Hadirmu

Oleh : 0 Komentar

Tanpa hadirmu, kurebahkan diri di tengah tamu-tamu yang duduk kelilingi tubuhku. malam ini aku akan menjadi jamuan buat mereka Doa pembuka terapal dari mulut ketua hingga rombongan mengikuti, lalu susul doa-doa lain bergema dalam ruang tamu Sunyi, senyap hingga kutertidur, pasrah pada ingin mereka. Sudah setengah jam, entah berada dimana aku? kulihat sang ketua iris nadi tanganku.Darah mengucur ramai-ramai para tamu nampung lalu... Baca Selengkapnya »

Nov
21
2011

Lebur

Oleh : 0 Komentar

Hari ini, hari yang paling sakral. di dekap cahaya mungil api itu melahap jiwaku. Yang berjibaku dengan bunga Senja nista awang awang melantunkan suara sungai kecil yang terkepung dusta Dosa ….. Dosa telah kuperbuat Doa ratusan pemuja menghapus tanda tanda yang melekat di kulit ini aku melebur pada pekat rembulan aku melebur pada percik bintang aku melebur dalam diam, tiada hasrat dengan terjaga mataku bisu. Baca Selengkapnya »

Nov
21
2011

Tanda Mata

Oleh : 0 Komentar

Sebelum Kau pergi Pandang Mekar bunga di halaman. Yang berseri sejak cahayamu memekarkan Sebelum terbenam, baiknya kusematkan kembang di telinga.sejenak menahan rembulan pulangkanmu. dan bibir bisikkan kata pisah kuharus pulangkan setiap cerita pada langit jingga Setelah hilangmu, aku serupa ranting kering lukai wajah rembulan. tak lelah kucoret wajahnya hingga kuyakin kau tiada dan langit pun lepas bayangmu. dan sepertinya... Baca Selengkapnya »

Nov
21
2011

Salahkah Aku

Oleh : 0 Komentar

Salahkah aku buang bensin di jalan sulutkan geretan, membakar kota, dan orang-orang bergelimpangan, sedang kamu menari-nari di atas reruntuhan oh aku takjub melihatmu dan bertepuktangan atas tarianmu Salahkah membiarkanmu terbakar sedang aku masih menghitung harga bensin yang lenyap. dan kau masih juga menari-nari di jalanan. lalu panggil namaku dalam lirikmu ah…rupanya kau kesurupan seperti penari topeng dan berlari-lari membakar... Baca Selengkapnya »

Nov
21
2011