Darah dan airmata kalian
menetes kepada kami sebagai berita
masih hitam dalam deretan huruf dan angka
berlatar keruh kertas koran, putih layar laman
atau remang terang telepon genggam
bukan merah seperti merah kalian
yang terus gigih bercerita
bukan bening seperti bening kalian
yang terus gagah bersidoa
sejujurnya kami ingin kepastian
besok, lusa, atau sepekan dari sekarang
apakah perang
membuat raut muka kami yang ditopengi... Baca Selengkapnya »
Ini pedang kayu, terlilit kain geram
pada tangan mungil terkepalkan
seumpama sang panglima perang
Wajah tanpa dosanya menukik tajam ke arah cakrawala
Langit memendar merah, seakan muntahan amarah
menampar angin dan sulutkan bara pada si kecil
Lidah api jilati seluruh raganya
Pasukan yang kemarin terdengar tawa di dekat saung
dengan setumpuk mainan dan ocehan tak karuan,
kini harus menahan gerusnya pilu
akan kawan-kawan yang... Baca Selengkapnya »
Bayi-bayi menangis lelehkan air mata
anak-anak merajuk mengumbar air mata
ibu-ibu bersedih mengumbar air mata
kaum buruh berurai air mata
badut-badut tertawa dengan air mata
kini semua paham
kini semua tau sungai air mata bukan mimpi bukan khayalan
airnya jenih bagai telaga
tak banjir dimusim penghujan
tak kering diwaktu kemarau tiba
sungai airmata selalu mengalir
entah dimana akan bermuara
tapi siapa yang mengerti
ikan-ikan engan... Baca Selengkapnya »