Wanita pemikat, kemanakah gerangan kau membawaku?
Kemana aku harus mengikutimu di atas jalan yang tak rata dan berliku di antara karang-karang ini? Di atas jalan yang diliputi duri-duri kita mendaki ke atas puncak-puncak gunung dan sendirian turun menuju ke kedalaman.
Aku melekat dalam kurunganmu dan mengekor di belakangmu seperti seorang bocah bergayut pada ibunya, melupakan mimpi-mimpiku sendiri dan menatap kecantikan di dalam dirimu.... Baca Selengkapnya »
Kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan selimutnya di wajah bumi, aku bangun dan berjalan ke laut, Laut tidak pernah tidur, dan dalam keterjagaannya itu laut menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.
Ketika aku sampai di pantai, kabus dari gunung menjuntaikan kakinya seperti selembar jilbab yang menghiasi wajah seorang gadis. Aku melihat ombak yang berdeburan. Aku mendengar puji-pujiannya kepada Tuhan dan bermeditasi di atas kekuatan... Baca Selengkapnya »
Tulah tegukan pertama dari cawan yang telah diisi oleh para dewa dari air pancuran cinta.
Itulah batas antara kebimbangan yang menghiburkan dan menyedihkan hati dengan takdir yang mengisinya dengan kebahagiaan.
Itulah baris pembuka dari suatu puisi kehidupan , bab pertama dari suatu novel tentang manusia.
Itulah tali yang menghubungkan pengasingan masa lalu dengan kejayaan masa depan.
Ciuman pertama menyatukan keheningan perasaan-perasaan... Baca Selengkapnya »
Akulah mata para pencinta,
dan ruh Anggur, jantung segala hidangan
Akulah mawar, mekar bersama fajar dan
Sang dara mencium lalu menyematkanku
ke dadanya.
Akulah rumah sejati sang anugerah, dan
mata air kenikmatan, sumber kedamaian
dan ketentraman
Akulah senyum manis di bibir jelita
Kala pemuda menggenggamku
ia lupa sekelilingnya, dan dunia pun
menjadi mimpi indah yang nyata
Akulah ungkapan penyair, hayalan para seniman
dan ilham... Baca Selengkapnya »