<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CAHAYANYA.NAME &#124; Cahayanya Diriku - Kumpulan Puisi</title>
	<atom:link href="http://cahayanya.name/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahayanya.name</link>
	<description>Kumpulan Puisi, Kumpulan Puisi Cinta, Kumpulan Puisi Persahabatan, Kumpulan Kata Mutiara, Pantun, Sajak, Poem, Cerpen, Curhat.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Feb 2012 18:46:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kembalilah</title>
		<link>http://cahayanya.name/kembalilah.html</link>
		<comments>http://cahayanya.name/kembalilah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 18:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahayanya.name/?p=2273</guid>
		<description><![CDATA[Sedih perih Tak dapat aku hindari Ketika harus jauh darimu Walaupun itu sudah takdir bagiku Wahai sayang dan cintaku Kembalilah kepelukanku Aku selalu merindukanmu Disetiap hari-hariku Aku selalu berharap Supaya kau kembali lagi padaku Untuk membuka lembaran baru Disisa akhir hidupku]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedih perih<br />
Tak dapat aku hindari<br />
Ketika harus jauh darimu<br />
Walaupun itu sudah takdir bagiku</p>
<p>Wahai sayang dan cintaku<br />
Kembalilah kepelukanku<br />
Aku selalu merindukanmu<br />
Disetiap hari-hariku</p>
<p>Aku selalu berharap<br />
Supaya kau kembali lagi padaku<br />
Untuk membuka lembaran baru<br />
Disisa akhir hidupku</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahayanya.name/kembalilah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments></slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Kala Hampa</title>
		<link>http://cahayanya.name/di-kala-hampa.html</link>
		<comments>http://cahayanya.name/di-kala-hampa.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 18:44:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahayanya.name/?p=2271</guid>
		<description><![CDATA[Tiada terasa Arti hidup sebenarnya Kalau kau Tak selalu bersama Aku tak tau kau dimana Kau pergi entah kenapa Apa kau tak pernah merasa Cinta dariku yang sebenarnya Kamu tidak pernah menganggapSebagai kekasih Apakah menurutmu Hanya teman biasa Seandainya dulu kamu bilang Kalau kamu tidak mencintaiku Ketulusan hati tak akan kuberi Hanya untukmu Tapi kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiada terasa<br />
Arti hidup sebenarnya<br />
Kalau kau<br />
Tak selalu bersama</p>
<p>Aku tak tau kau dimana<br />
Kau pergi entah kenapa<br />
Apa kau tak pernah merasa<br />
Cinta dariku yang sebenarnya</p>
<p>Kamu tidak pernah menganggapSebagai kekasih<br />
Apakah menurutmu<br />
Hanya teman biasa</p>
<p>Seandainya dulu kamu bilang<br />
Kalau kamu tidak mencintaiku<br />
Ketulusan hati tak akan kuberi<br />
Hanya untukmu<br />
Tapi kamu harus tau<br />
Aku hanya manusia biasa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahayanya.name/di-kala-hampa.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments></slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selingkuh</title>
		<link>http://cahayanya.name/selingkuh.html</link>
		<comments>http://cahayanya.name/selingkuh.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 07:40:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahayanya.name/?p=2268</guid>
		<description><![CDATA[Disela-sela hatimu yang tersisa Dia datang menjadi yang kedua Dia beri segala harapan Yang selama ini tidak kau temukan Kehadirannya mendatangkan kebahagiaan Yang bersifat sementara sebelum ketahuan Tetapi semua tau kau tak bisa bertahan Jika istrimu menginginkan percerayan Kau juga tau dia hanya tambahan Untuk menghibur dalam kejenuhan Tetapi kenapa kau selalu bertahan Dalam dosa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disela-sela hatimu yang tersisa<br />
Dia datang menjadi yang kedua<br />
Dia beri segala harapan<br />
Yang selama ini tidak kau temukan</p>
<p>Kehadirannya mendatangkan kebahagiaan<br />
Yang bersifat sementara sebelum ketahuan<br />
Tetapi semua tau kau tak bisa bertahan<br />
Jika istrimu menginginkan percerayan</p>
<p>Kau juga tau dia hanya tambahan<br />
Untuk menghibur dalam kejenuhan<br />
Tetapi kenapa kau selalu bertahan<br />
Dalam dosa besar yaitu perselingkuhan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahayanya.name/selingkuh.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments></slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kangen</title>
		<link>http://cahayanya.name/kangen.html</link>
		<comments>http://cahayanya.name/kangen.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 07:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahayanya.name/?p=2265</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba dia terpintas di benak Rasa rindu mulai terasa dan tak terelkkan Aku semakin tak kuasa Ingin rasanya bertemu dengannya Tapi malam sudah larut Dan dia pasti sudah tertidur lelap Kucoba berbaring untuk tidur Dan melupakan dia sejenak Ah rasanya aku tak mampu Ku coba menghisap sebatang rokok Tapi selalu terasa hambar Rindu ini semakin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiba-tiba dia terpintas di benak<br />
Rasa rindu mulai terasa dan tak terelkkan<br />
Aku semakin tak kuasa<br />
Ingin rasanya bertemu dengannya<br />
Tapi malam sudah larut<br />
Dan dia pasti sudah tertidur lelap</p>
<p>Kucoba berbaring untuk tidur<br />
Dan melupakan dia sejenak<br />
Ah rasanya aku tak mampu<br />
Ku coba menghisap sebatang rokok<br />
Tapi selalu terasa hambar<br />
Rindu ini semakin mengganggu saja</p>
<p>Rindu malam ini memang luar biasa<br />
Aku pergi keluar melihat angkasa<br />
Mencari bintang-bintang<br />
Dan menyuruhnya menyampaikan<br />
Rasa rinduku ini kepada kekasihku<br />
Tapi tak satu bintangpun yang kutemukan<br />
Aku hanya bisa menunggu pag<br />
Sampai dia bangun dari mimpinya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahayanya.name/kangen.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments></slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilihanmu</title>
		<link>http://cahayanya.name/pilihanmu.html</link>
		<comments>http://cahayanya.name/pilihanmu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 18:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahayanya.name/?p=2260</guid>
		<description><![CDATA[Kubuang pikiran, mungkin kau mendua Kupertahankan bahwa kau setia Tapi kau benar-benar mendua Hingga hatiku kabut oleh khianat Hingga menganggapmu orang asing bagiku Kuberi kau suatu pilihan Dia atau aku Mungkin itu rendah bagiku Keharusan memaksaku Menganggap aku atau dia sebagai jawaban Dia, itulah kata dari bibirmu Sudah dapat ku tebak bahwa itu dia Karna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kubuang pikiran, mungkin kau mendua<br />
Kupertahankan bahwa kau setia<br />
Tapi kau benar-benar mendua<br />
Hingga hatiku kabut oleh khianat<br />
Hingga menganggapmu orang asing bagiku<br />
Kuberi kau suatu pilihan</p>
<p>Dia atau aku<br />
Mungkin itu rendah bagiku<br />
Keharusan memaksaku<br />
Menganggap aku atau dia sebagai jawaban</p>
<p>Dia, itulah kata dari bibirmu<br />
Sudah dapat ku tebak bahwa itu dia<br />
Karna aku bukan pejabat<br />
Aku hanya perantau jalanan<br />
Kecil, mungkin juga hina</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahayanya.name/pilihanmu.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments></slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hasrat</title>
		<link>http://cahayanya.name/hasrat-2.html</link>
		<comments>http://cahayanya.name/hasrat-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 18:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahayanya.name/?p=2257</guid>
		<description><![CDATA[Kulihat teman sedang pacaran Dibawah pohon rindang dekat kuburan Dirangkulnya dipeluk dan dicium Terasa melayang Sepertinya tak dihiraukan Orang-orang yang memandang Hasrat dibawanya dan terus saja Sampai akhirnya sudah terasa bosan Sehingga terpintas penyesalan Bagaikan bunga mawar yang layu Karna sudah berguguran Lalu dibuang Sumpah yang di janji-janjikan Kini sudah punah dan hilang Secara beransur-angsur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kulihat teman sedang pacaran<br />
Dibawah pohon rindang dekat kuburan<br />
Dirangkulnya dipeluk dan dicium</p>
<p>Terasa melayang<br />
Sepertinya tak dihiraukan<br />
Orang-orang yang memandang<br />
Hasrat dibawanya dan terus saja</p>
<p>Sampai akhirnya sudah terasa bosan<br />
Sehingga terpintas penyesalan<br />
Bagaikan bunga mawar yang layu<br />
Karna sudah berguguran<br />
Lalu dibuang</p>
<p>Sumpah yang di janji-janjikan<br />
Kini sudah punah dan hilang<br />
Secara beransur-angsur<br />
Seiring tak ada lagi Kenikmatan<br />
Karna dianggap hanya sekedar permainan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahayanya.name/hasrat-2.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments></slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebatas Ungkapan</title>
		<link>http://cahayanya.name/sebatas-ungkapan.html</link>
		<comments>http://cahayanya.name/sebatas-ungkapan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 18:34:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata Ucapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahayanya.name/?p=2254</guid>
		<description><![CDATA[Suara-suara perbahan terucap bagaikan air mengalir&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Menggugah segala pikiran rakyat-rakyat jelata Suaramu yang lantang memberikan suatu keyakinan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Tentang, akan adanya suatu perubahan Hari itu kau terpilih menjadi komandan rakyat Mengemban tugas yang begitu berat Rakyat sangat berharap kau jadi palutan Membuat suatu perubahan, selalu mereka nantikan Hari ini semua ucapan lantangmu termakan setan Lenyap seiring [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suara-suara perbahan terucap bagaikan air<br />
mengalir&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Menggugah segala pikiran rakyat-rakyat jelata<br />
Suaramu yang lantang memberikan suatu<br />
keyakinan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Tentang, akan adanya suatu perubahan<br />
Hari itu kau terpilih menjadi komandan rakyat<br />
Mengemban tugas yang begitu berat<br />
Rakyat sangat berharap kau jadi palutan<br />
Membuat suatu perubahan, selalu mereka<br />
nantikan</p>
<p>Hari ini semua ucapan lantangmu termakan setan<br />
Lenyap seiring berputarnya suatu tujuan<br />
Janji-janji itu sunyi tertinggal waktu<br />
Hilang, ketika jabatan sudah ditangan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahayanya.name/sebatas-ungkapan.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments></slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rasa Cinta Ini</title>
		<link>http://cahayanya.name/rasa-cinta-ini.html</link>
		<comments>http://cahayanya.name/rasa-cinta-ini.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 17:50:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahayanya.name/?p=2250</guid>
		<description><![CDATA[Rasa cinta ku kepada mu ku inggin setiap hari dekat denganmu, cintaku tak melihat dari sempurnamu dan tak peduli dengan kelemahanmu, ku cinta karna hatimu, Ku tak pernah meingginkanmu lebih, yang ku ingginkan darimu apa adanya, karna cintaku terasa sempurna oleh hati dan cintamu, Menerima kekuranganku&#8230;. Oleh : Catherin]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasa cinta ku kepada mu<br />
ku inggin setiap hari dekat denganmu,<br />
cintaku tak melihat dari sempurnamu<br />
dan tak peduli dengan kelemahanmu,<br />
ku cinta karna hatimu,</p>
<p>Ku tak pernah meingginkanmu lebih,<br />
yang ku ingginkan darimu apa adanya,<br />
karna cintaku terasa sempurna oleh hati dan cintamu,<br />
Menerima kekuranganku&#8230;.</p>
<p>Oleh : Catherin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahayanya.name/rasa-cinta-ini.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments></slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Duka di Wajah Bunda</title>
		<link>http://cahayanya.name/duka-di-wajah-bunda.html</link>
		<comments>http://cahayanya.name/duka-di-wajah-bunda.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 22:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahayanya.name/2011/12/19/duka-di-wajah-bunda.html</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan itu datang membawa parang Menodongnya tepat di wajah Bunda Sambil menyeringai, perempuan itu berujar dalam dengus api “Anak-anakmu keparat!” Berhari-hari sesudahnya, ku melihat duka di wajah Bunda Terbungkus lelah dan kerut-merut kerentaan Beriringan dengan menghilangnya sinar pada mata penuh kasihnya Bunda menangis dalam diam Kami meradang oleh gundah Perempuan itu menghilang seolah dicabik langit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perempuan itu datang membawa parang<br />
Menodongnya tepat di wajah Bunda<br />
Sambil menyeringai, perempuan itu berujar dalam dengus api<br />
“Anak-anakmu keparat!”</p>
<p>Berhari-hari sesudahnya, ku melihat duka di wajah Bunda<br />
Terbungkus lelah dan kerut-merut kerentaan<br />
Beriringan dengan menghilangnya sinar pada mata penuh kasihnya</p>
<p>Bunda menangis dalam diam<br />
Kami meradang oleh gundah<br />
Perempuan itu menghilang seolah dicabik langit dan pecahan tubuhnya tercecer hingga ke dasar bumi</p>
<p>Hingga minggu pertama bulan lalu<br />
Perempuan itu kembali datang bersama iblisnya<br />
Menari-nari di depan Bunda dengan lidah terjulur dan mata semerah saga<br />
Bunda meurateb, mengulang-ulang asmaNya<br />
Namun, perempuan itu bergeming<br />
Bahkan kian berani mengangkangi moral<br />
Dilepasnya sisa-sisa kain di tubuh<br />
Sang iblis hanya diam, menatapnya penuh nafsu<br />
Sedangkan Bunda, termangu oleh gugu<br />
Dan kian terpaku saat mendengar racun dari lisan perempuan<br />
“Kau sama keparatnya seperti anak-anakmu!”</p>
<p>Bunda menangis</p>
<p>Kami pun menyebar, menyusuri setiap jengkal bumi<br />
Mencari sisa jejak sang perempuan ke seluruh penjuru mata angin<br />
Hingga hari berganti minggu, minggu tergantikan bulan, perempuan itu tetaplah ma’ob</p>
<p>Lamat, burung-burung berterbangan dan memperdengarkan kabar<br />
Tentang seorang perempuan yang baru saja dikutuk Tuhan menjadi setan<br />
“Kenapa?” ramai orang-orang bertanya<br />
“Mungkin perempuan itu lonte,” tidak sedikit yang bersyak-wasangka<br />
“Jangan-jangan, perempuan itu anak durhaka,” sebagian yang lain tak kalah unjuk suara<br />
Bunda diam saja<br />
Duka di wajahnya semakin kentara<br />
“Perempuan itu telah menyakiti hati gurunya dan menebar fitnah lewat tutur yang dilumuri madu”<br />
Dan burung-burung itu pun terbang ke langit<br />
Sedangkan duka di wajah Bunda tak juga pergi<br />
Meskipun, perempuan itu tak pernah lagi kembali<br />
Oleh : Rinal Sahputra<br />
Banda Aceh</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahayanya.name/duka-di-wajah-bunda.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments></slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angkuh</title>
		<link>http://cahayanya.name/angkuh.html</link>
		<comments>http://cahayanya.name/angkuh.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 22:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cahaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahayanya.name/2011/12/19/angkuh.html</guid>
		<description><![CDATA[Kau masih diam, menatap anak-anakmu diguyur hujan sesekali langit bergemuruh mentertawai awan lalu engkau menunjuk ke langit menampakkan dadamu yang bidang menghantam badai perkasa lalu asa membawa sepetak dadamu yang baru terbuat dari ribuan teka-teki; abadi. Mereka anakmu yang menaklukkan rimba dan lautan berduyun-duyun bawa potongan mimpi dalam keranjang masa depan. Ya, ada yang terluka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kau masih diam,<br />
menatap anak-anakmu diguyur hujan<br />
sesekali langit bergemuruh mentertawai awan<br />
lalu engkau menunjuk ke langit<br />
menampakkan dadamu yang bidang<br />
menghantam badai perkasa<br />
lalu asa membawa sepetak dadamu yang baru<br />
terbuat dari ribuan teka-teki; abadi.</p>
<p>Mereka anakmu<br />
yang menaklukkan rimba dan lautan<br />
berduyun-duyun bawa potongan mimpi<br />
dalam keranjang masa depan.</p>
<p>Ya, ada yang terluka<br />
kelaparan dalam tumpukan lumbung padi<br />
silih berganti waktu datang<br />
mereka adalah anak buangan</p>
<p>Engkau tak mengerti,<br />
nasib siapakah yang beruntung<br />
hingga kau marahi Tuhan<br />
diam-diam kau mencemburui rimba;<br />
mengapa cinta tuhan masih di sana,<br />
sedang laut, gemunung, seringkali meringis<br />
perihnya terbawa ke mana-mana.</p>
<p>Engkau juga takkan pernah mengerti<br />
Tuhan nan maha pemberi</p>
<p>Ada yang bilang kau takut mati,<br />
jasadmu tak rela kau tebus<br />
dengan seribuan orang suci<br />
kau tetap abadi, kata mereka.</p>
<p>Benarkah kau selalu benar?<br />
atau kebenaran tak beda padamu,<br />
dan itu selalu benar<br />
tak ada kesalahan bagi manusia sepertimu.</p>
<p><strong>(Matangkuli,  2011) </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahayanya.name/angkuh.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments></slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

